Identifikasi Potensi Pemberdayaan Harta Zakat Wilayah Perbatasan Melalui Pendekatan Analisis Wacana Kritis (Kecamatan Sebatik Tengah, Provinsi Kalimantan Utara)

Penulis

  • Fadly Yashari Soumena Universitas Indonesia, PSKTTI

DOI:

https://doi.org/10.1919/eliqtishod.v3i1.62

Kata Kunci:

Zakat, Sebatik, Productive, Critical Discourse

Abstrak

Zakat is one of the fundamental instruments in Islam which has economic functions to improve the economic welfare of the poor. Social issues in Indonesia can be seen in the problems of border areas, such as Sebatik Island, Nunukan Regency, North Kalimantan Province. The purpose of this study is to explain the potential implementation of zakat empowerment in the region, especially in one of the sub-districts on Sebatik Island, Central Sebatik. The method used in this study is Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis. The results showed that there were two main potentials that could be developed and empowered with zakat in Central Sebatik Sub-districts. These potentials are plantations (nature) and human quality (education). Empowerment of zakat is also in the form of business capital assistance with Qardhul Hasan contract, educational scholarship, and management of religious education institutions. These three concepts will produce an zakat ecosystem by using territories such as zakat villages.

Referensi

Badan Amil Zakat Nasional. Data Zakat Indonesia 2017-2018. Jakarta

Badan Pusat Statistik. Januari 2018. Jumlah Penduduk Miskin Indonesia 1970-2017. Jakarta

_________________. Juli 2018. Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi Indonesia 2007-2018. Jakarta

Eriyanto. (2006). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media, Lkis: Yogyakarta.

Fairclough, Norman.(1995). Critical Discourse Analysis. Longman: London and New York.

Hafidhuddin, Didin. (2007) Agar Harta Berkah & Bertambah: Gerakan Membudayakan Zakat, Infak dan Sedekah, dan Wakaf. Gema Insani:2007.

Hasan, Ali. (2006). Zakat dan Infak: Salah Satu Solusi Mengatasi Problema Sosial di Indonesia. Kencana Prenada Media Group: Jakarta.

Huda, Nurul, dkk. (2015) Zakat: Perspektif Makro-Mikro (Pendekatan Riset), Prenamedia Group: Jakarta.

Nazir, Moh. (1999). Metode Penelitian, Cet. IV. Ghalia Indonesia: Jakarta

Rangkuti, Zulkifli. (2010) Pengelolaan Perbatasan Ditinjau dari Sisi Sosial, Ekonomi dan Ekologi. Selectedwork: Jakarta.

Saniha, Dzari’atus.(2014) Pengelolaan Dana Zakat Produktif Untuk Pemberdayaan UMKM (Studi Kasus pada Rumah Zakat Kota Malang), UIN Maulana Malik Ibrahim: Malang.

Schumpeter, Joseph. (1934): The Theory of Economic Development. An Inquiry into Profits, Capital, Credit, Interest and the Business Cycle. Harvard University

Sudirman. (2007). Zakat Dalam Pusaran Arus Modernitas. UIN-Malang Press:Malang..

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta: Bandung

________. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta: Bandung.

Sukmadinata., Syaodih, Nana. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Tim Kajian Bappenas, (2011). Kajian Mendalam Terkait Masalah Daerah Perbatasan. Jakarta.

Diterbitkan

2019-12-19

Cara Mengutip

Soumena, F. Y. (2019). Identifikasi Potensi Pemberdayaan Harta Zakat Wilayah Perbatasan Melalui Pendekatan Analisis Wacana Kritis (Kecamatan Sebatik Tengah, Provinsi Kalimantan Utara). El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah, 3(1), 56–69. https://doi.org/10.1919/eliqtishod.v3i1.62